Posts filed under 'taushiyah'
Hari Ini Engkau Tertawa, Esok Bisa Jadi Engkau Menangis
Jalan dunia ini tidak selamanya datar dan mulus. Banyak hal-hal yang tidak pernah kita duga ada di hadapan kita. Suka duka, sedih dan gembira adalah warna-warni kehidupan. Dunia tidak pernah menjanjikan kenikmatannya yang abadi kepada siapapun. Sekalipun zohir sebagian orang-orang kaya tampak bahagia, tentram dan damai dengan kelapangan hidup, harta dan pembantu-pembantu yang dimilikinya, hanya saja hakekat kehidupannya yang tidak diketahui orang lain berbeda sama sekali dengan penampilan zohirnya.
Berapa banyak manusia yang hidup dalam kenikmatan yang membuat ngiler orang-orang yang mendengarnya, hanya saja hari-hari tidak selalu dalam satu kondisi. Terkadang kenikmatannya diambil tiba-tiba ketika ia sedang berada di puncak kenikmatan hidup, atau datanglah tragedi-tragedi zaman yang merampas darinya … bukan … bukan merampas apa yang dimilikinya, tidak. Akan tetapi merampas kelezatan menikmati apa yang dimilikinya, dan ini lebih dahsyat serta menyakitkan dari yang (lagi…)
Add comment 11 Juni 2009
Nilai Seorang Wanita
Berbagai ungkapan dibuat untuk menunjukkan bahwa wanita itu dihormati. Wanita ibarat bumbu garam, tanpanya sayur terasa hambar. Wanita ibarat biola. Wanita ibarat….
Di saat yang sama hampir semua iklan produk selalu dihiasi sosok wanita. Dari iklan kembang gula sebesar telur cicak hingga mobil truk sebesar gunung, wanita tak lupa diikutsertakan. Bahkan iklan cat tembok saja harus ditemani seorang wanita. Muncul di baliho, di selebaran, koran, majalah, televisi, hingga internet. Semua memajang wanita!
Itulah model penghormatan orang sekarang terhadap wanita. Wanita adalah bahan baku industri keuangan. Keindahan yang dianugerahkan Allah khusus
kepada wanita untuk dipersembahkan kepada suami yang dicintainya itu direnggut oleh rumah-rumah produksi. Tepatnya, mereka dieksploitasi!
Sejarah seakan berulang. Sikap kepada wanita kini seakan kembali menuju titik nazhir terendah. Wanita dibuat tidak berkutik saat jasadnya diperalat oleh pengusaha berjiwa ngeres. Bahkan wanita yang dikorbankan pun justru bangga secara psikologis.
Wanita di Panggung Sejarah
Sejarah hitam masa lalu telah mencatat perlakuan yang tidak adil kepada kaum wanita. Mereka dilecehkan, dianggap barang, dianggap makhluk kotor dan berbagai anggapan yang merendahkan harkat martabat wanita. Hal ini merata terjadi di berbagai bangsa dan suku. Bangsa Yunani kuno melecehkan wanita. Bangsa Romawi pun begitu, bahkan bagi masyarakat ini wanita dianggap tidak punya ruh. Masyarakat Cina dan Persia tidak lebih baik dalam menghinakan wanita. Undang-undang Hamurabi di Babilonia pun menyebut klausul bahwa seorang yang membunuh anak perempuan orang lain harus menyerahkan anak perempuannya untuk dibunuh atau dimiliki orang yang anaknya dibunuh.
Masyarakat Hindu beranggapan hilangnya hak hidup seorang wanita jika suaminya meninggal, untuk itu harus ikut membakar diri bersama suami! Lain lagi nasib di kalangan Yahudi, wanita dianggap sumber kesialan dan dosa karena telah menggelincirkan Nabi Adam. Orang-orang yang menjadi rahib (pendeta pertapa) di kalangan Nasrani memandang wanita sebagai sumber kejahatan. Tahun 586 di Perancis diadakan konferensi, hasilnya menetapkan wanita termasuk manusia tetapi diciptakan untuk melayani kaum pria. Di masa Raja Henry VIII, parlemen Inggris membuat peraturan yang melarang wanita membaca Perjanjian Baru (Bible) karena dianggap najis. Hingga awal abad 20 di Inggris masih sering terjadi jual beli wanita.
Hingga Muhammad lahir, di tanah Arab yang masyarakatnya jahiliyah menganggap wanita sebagai makhluk yang hina. Merah padam muka mereka betapa anaknya lahir perempuan. Banyak bahkan yang kemudian menguburnya hidup-hidup. Sejarah mencatat gelapnya perlakuan terhadap wanita. Akankah pelecehan kembali dihidupkan dengan format yang berbeda?
Add comment 3 Mei 2009
Hati dari Baja
Waktu itu, di tepi pantai, duduklah seorang wanita di atas karpetnya dan di dekatnya terhidang secangkir teh. Dia memandangi lingkaran matahari yang sedang tenggelam di ufuk untuk melewatkan satu hari dari hidupnya yang sudah mencapai usia 70 tahun. Dia memandangi air laut yang memantulkan sinar ufuk yang berwarna kuning keemasan. Terlihat sangat indah. Akan tetapi, dia tidak pernah melupakan berapa banyak tragedi dan cerita yang bergejolak di dalam hatinya. Lalu dia kembali ke tempatnya, mengingat-ngingat hakikat kehidupannya yang ternyata mirip dengan laut di hadapannya.
Di dekatnya duduklah sebuah keluarga yang datang ke laut untuk memecah rutinitas kehidupan sehari-hari. Juga untuk melupakan sebagian dari mesin kehidupan sehari-hari dengan segala hiruk-pikuknya dan ketegangan jiwa yang ditimbulkannya.
Perhatikanlah, sebagian anggota keluarga menghabiskan waktu mereka sambil mengobrol ke sana kemari dan (lagi…)
Add comment 11 April 2009
Saudaraku, Kenalilah Dirimu
Realita Umat Islam…
Sebagai jalan hidup dan agama yang mengemban misi rahmatan lil ‘alamin, Islam tentu mengatur kaidah bergaul bagi para pemeluknya. Baik itu terhadap sesama muslim maupun pemeluk agama lain. Tidak mengentengkan yakni tidak tenggelam dalam budaya toleransi yang menjebak, namun juga tidak berlebihan semisal melakukan tindak anarkis. Semuanya ini menuntut agar kita bisa memposisikan syariat sebagai landasan pergaulan sehingga bisa merangkul semua perbedaan tersebut dengan cara menyingkirkan sesuatu yang tidak ada syariatnya dan mengokohkan yang ada tuntunannya dari Rasulullah.
Ironisnya, perbedaan itu selama ini justru dijadikan sebuah kebanggaan sebagai bentuk keangkuhan dan kesombongan. Bahkan ada yang (lagi…)
2 comments 23 Maret 2009


