Posts filed under 'bagian cover'
Telaga Hati
Wahyu (Al-Quran dan As-Sunnah) bagai hujan yang turun dari langit. Menghidupkan tanah yang mati, mengairi dan mengisi sungai dan telaga yang kering. Sehingga kehidupan kembali bersemi, indah nan serasa.
Begitu juga hati, hati laksana telaga, dan wahyu adalah hujan yang mengairi serta mengisinya. Hati yang besar dan luas menampung ilmu yang banyak seperti telaga yang besar menampung air yang banyak. Sebaliknya, hati yang kecil dan sempit menampung sesuai dengan ukurannya.
Ketika telaga mulai terisi air yang berlimpah, ia akan menghanyutkan sampah dan kotoran keluar dari telaga tersebut, sehingga tinggallah air yang bening, bersih, dan menyejukkan. (lagi…)
Add comment 8 Juni 2009
Puisi Bisu
Karena lidah telah kelu
Pena telah tumpul
Tinta telah kering
Telinga telah tuli
Mata tiada melihat
Akupun terdiam
Bagai si bisu yang berpuisi
Hanya nanar tatapan mata
Kening berkerut-kerut
Menghiasi dahi
Dan wajah bagai rembulan yang pucat pasi
Kuharap hatimu mengerti
Kenapa aku begini
Add comment 8 Juni 2009
Semangat dalam Beribadah
Imam Hasan Al-Bashri berkata: “Aku tahu rizqiku tidak akan diambil orang lain, karena itulah aku tenang. Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itulah aku sibuk beramal. Aku tahu Allah selalu mengawasiku, karena itulah aku malu bila Dia melihatku sedang dalam maksiat. Aku tahu kematian itu sudah menungguku, karena itulah aku selalu sibuk menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan Allah ‘Azza wa Jalla.”
Add comment 3 Mei 2009
Do’a Agar diberi Ilmu yang Bermanfaat
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْماً ناَفِعاً، وَ رِزْقاً طَيِّباً، وَ عَمَلاً مُتَقَبَّلاً
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amal yang diterima.” [HR. Ibnu Majah, shahih]
Add comment 3 Mei 2009
Do’a mohon petunjuk dan ketaqwaan
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْهُدَى، وَ التُّقَى، وَ الْعَفَافَ، وَ الْغِنَى
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon petunjuk, ketaqwaan, kesucian (dijauhkan dari hal-hal yang tidak halal/tidak baik), dan kecukupan.” [HR. Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad]
Add comment 3 Mei 2009
Do’a : Diberikan Ketetapan Hati
اَللّٰهُمَ مُصَرِّفَ الْقُلُوْبِ، صَرِّفْ فُلُوْبَنَا
عَلٰى طَاعَتِكَ
“Ya Allah, yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepada-Mu.” [HR. Muslim]
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلٰى
دِيْنِكَ
“Wahai Rabb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu.”
[HR. At-Tirmidzi, Ahmad, dan Al-Hakim, Shahih. Ummu Salamah berkata: “Do’a itu merupakan do’a Nabi yang paling banyak (dibaca).”]
Add comment 11 April 2009
Engkau Bertanya Tentang Dunia
Hasan Al Bashri berkata “Kamu bertanya tentang dunia dan akhirat? Sesungguhnya perumpamaan dunia dan akhirat adalah bagaikan timur dan barat. Setiap salah satunya bertambah dekat, maka yang satunya lagi semakin jauh. Dan kamu berkata kepadaku, Sebutkanlah karateristik dunia ini kepadaku!! Apa yang harus aku sebutkan kepadamu tentang rumah yang awalnya melelahkan sedangkan akhirnya membinasakan, di dalam kehalalannya ada perhitungan dan di dalam keharamannya ada siksaan? Siapa yang tidak membutuhkannya terkena fitnah dan siapa yang membutuhkannya akan sedih.“
Add comment 11 April 2009
Do’a Berlindung dari Empat Hal
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ، وَ مِنْ دُعَاءٍ لاَ يُسْمَعُ، وَ مِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ، وَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ هٰۤؤُلاَءِ الْأَرْبَعِ
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyu’, do’a yang tidak didengar, jiwa yang tidak pernah merasa puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keempat hal tersebut.”
(HR. At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Abu Dawud, dan selainnya dari Sahabat Abu Hurairah, sanadnya Shahih)
Add comment 1 April 2009


